BPBD Maluku Utara mencatat 178 kejadian dengan luas terdampak 617,69 hektare pada Juli–September. Dalam 23 hari pertama Oktober, tercatat 38 kejadian dan 524,74 hektare lagi, angka yang masih sementara. Enam kabupaten/kota menetapkan status siaga atau tanggap darurat; Halmahera Timur tidak termasuk.
Hujan terpantau di sejumlah wilayah sasaran selama tahap kedua. BPBD menyatakan belum bisa menyimpulkan bahwa OMC menurunkan kebakaran tanpa evaluasi teknis, dan merekomendasikan pemadaman dari udara (water bombing) untuk api di pegunungan yang sulit dijangkau.
Angka Oktober adalah pembaruan per 23 Oktober 2026 pukul 18.00 WIT dan, menurut BPBD, belum bisa dijumlahkan dengan rekap Juli–September sebelum direkonsiliasi. Rincian kejadian per kabupaten dan per bulan dalam laporan tidak konsisten dengan totalnya, sehingga tidak ditampilkan. Status Pulau Morotai tertulis "sampai dengan September 2026".
Sumber: BPBD Provinsi Maluku Utara, Laporan Perkembangan dan Analisis Karhutla Juli–September 2026 dan Pemutakhiran Oktober 2026 (update 23 Oktober 2026).
Diolah oleh Bahalo Project x Mongabay